Senin, 31 Maret 2014

Memasang Fans Page Facebook di Blog

Salah satu cara untuk mempromosikan bisnis online Anda adalah dengan memasang Fans page di blog, atau juga sebaliknya untuk menaikkan popularitas blog dan mendatangkan visitor-visitor baru sebuah blog bisa melalui fanspage, dengan kata lain keduanya saling berkaitan dan saling menguntungkan. Anda sebagai pebisnis online tentu pemasangan salah satu alat dari Facebook ini sangat dibutuhkan. Dari Facebooknya sendiri alat ini dinamakan Like Box dan dapat dipasang pada sebuah web dengan ukuran widget bisa ditentukan sendiri.

Cara membuat fans page facebook di sebuah blog tentu syaratnya adalah Anda terlebih dahulu membuat fans page melalui akun facebook Anda. Bagi Anda yang belum mempunyai alat ini silahkan membuat melalui link berikut:https://www.facebook.com/pages/create.php
membuat fans page

ikuti petunjuk yang diberikan pihak facebook sampai sukses di-halaman beranda fanspage Anda.
Pemasangan fans page pada sebuah situs biasanya di simpan di bagian samping atau sidebar pada sebuah blog atau website melalui widget script HTML.

Memasang Fans page facebook

Secara umum ada tiga tahap dalam pembuatan sampai pemasangan di blog yaitu:
  1. Pembuatan Fans fage melalui akun facebook Anda.
  2. Pembuatan/pengambilan script melalui facebook develop.
  3. Pemasangan script pada website atau blog.

Pada kesempatan ini yang saya info-kan adalah cara pemasangan widget fans page facebook pada sebuah blog dari blogger atau blogspot.

Membuat Code script untuk Blog
  1. Silahkan anda copy link URL halaman beranda Fans page facebook anda

  1. Untuk mendapatkan code script, buka link berikut ini:
    http://developers.facebook.com/docs/reference/plugins/like-box/
  2. Isi dan atur pada setiap kolom yang disediakan
    • Facebook Page URL: isi dengan link fans page yang sudah Anda buat
    • Width: Pengaturan Lebar

    • dan pengaturan lainnya sesuaikan dengan kebutuhan.
  3. Klik 'Get Code" apabila sudah selesai
  4. Klik IFrame dan copy code nya
    script fans page
Memasang code pada blogspot:
  1. Log in blogger Anda
  2. Pada halaman dashboard klik Layout
  3. Klik "add a Gadget" pada posisi sidebar yang akan ditempatkan fans page Anda
  4. Klik "HTML/JavaScript Add " dan isikan Code yang Anda copy tadi
  5. Klik save dan lihat hasilnya.
Info: Untuk alat-alat lainnya, Anda bisa merujuk pada artikel saya sebelumnya yaitu CARA MEMBUAT LIKE FANSPAGE FACEBOOK MELAYANG DI BLOG.



Sumber: http://jasapembuatanblog-murah.blogspot.com

Baca Selengkapnya

UPDATE DAPODIK PATCH v.2.0.6 ke PATCH 2.0.7 SEKARANG.


hari Senin yang libur kali ini adalah hari yang melelahkan, setelah seharian capek dari ladang, rasanya ada yang mengganjal di hati, eh ternyata DAPODIK ku dari kemarin belum berhasil aku sinkronkan, saat itu juga aku pergi ke kamar mengambil Laptop, setelah laptop menyala, dan membuka (LOG IN) Dapodik yang ingin aku sincronkan, tiba-tiba muncul pesan berikut:

Kepalaku langsung pusing bukan kepalang, wah gimana ini, saatitu juga aku langsung meluncur ke Alamat yang ada di pesan tersebut, namun ada daya, Patchnya masih versi yang sama dengan patch saya.

tanpa pikir panjang saya langsung Buka Facebook dan menuju ke Group DAPODIK. dan disitulah aku nemu ide dari kang DAKA, langsung deh aku minta izin share. berikut solusinya:

1. Tutup aplikasi Dapodik,
2. kemudian ubah pengaturan tanggal menjadi tanggal 01-02-2014 atau tanggal berapapun yang penting sebelum tanggal 30 Maret 2014. seperti Contoh berikut:

3. Setelah dirubah, Jalankan aplikasi Dapodik, 
4. login, trus lakukan perbaikan data. Trus SAVE. trus keluar. trus Ubah kembali menjadi tanggal yang sebenarnya. 
5. Jangan lakukan sinkronisasi. 
6. Tunggu saja kelahiran patch v.2.0.7, bentar lagi juga LAHIRAN, hehe..... maklum, KEMDIKBUD masih memperbaiki dan Menyempurnakan dari versi sebelumnya.

demikian dulu solusi yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat.

Baca Selengkapnya

Jumat, 28 Maret 2014

BEA SISWA S2 DAN S3 2014, MAU???????


 1. Overview
Garuda 2045: “Indonesia Presidential Scholarship” adalah program beasiswa magister & doktor yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia melalui LPDP dengan menggunakan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola oleh LPDP bekerjasama dengan pihak Kepresidenan RI untuk menempuh studi pada perguruan tinggi terbaik di dunia.
“Indonesia Presidential Scholarship” (IPS) bertujuan menyiapkan generasi emas Indonesia melalui SDM yang berkualitas baik sebagai pemimpin maupun ilmuwan di berbagai bidang dalam rangka menyiapkan Indonesia negara yang maju pada 100 tahun kemerdekaan RI pada tahun 2045.
Melekatnya Lembaga Kepresidenan dalam program beasiswa ini merupakan wujud komitmen tertinggi pemerintah Indonesia terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia dalam rangka kejayaan bangsa dan negara Indonesia.
IPS
2. Persyaratan Pendaftar
1. Warga Negara Indonesia;
2. Riwayat riset untuk kluster ilmuwan, serta riwayat kepemimpinan untuk kluster pemimpin, di bidangnya masing-masing;
3. IPK minimal 3,5 & minimal TOEFL iBT: 94 – ITP – 587 – IELTS: 7; atau mempunyai LoA dari 50 kampus terbaik dunia;
4. Telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh di bidangnya/pimpinan di unit kerjanya;
5. Membuat perencanaan karier & pengabdian pasca studi minimal 10 tahun & tahapan realisasinya;
6. Usia maksimal: 35 tahun (S2) & 40 tahun (S3).
3. Komponen Pembiayaan
Komponen pembiayaan Indonesia Presidential Scholarship pada dasarnya sama dengan komponen pembiayaan beasiswa pendidikan indonesia meliputi:
1. Biaya Pendidikan
a. Pendaftaran (at cost)
b. Tuition fee (termasuk biaya matrikulasi non-bahasa (at cost))
c. Non-spp (tunjangan buku, tesis/disertasi, seminar, publikasi, wisuda)
2. Biaya Pendukung
a. Transportasi (PP) (at cost)
b. Insurance (paket)
c. Visa (at cost)
d. Living Allowance
e. Settlement Allowance
f. Tunjangan keluarga (2 orang)
g. Keadaan darurat
Tambahan pembiayaan Indonesia Presidential Scholarship :
a. biaya pelatihan/short course
b. Insentif dana penelitian (analog dengan peringkat kampus di Beasiswa Pendidikan Indonesia):
a. Magister : Rp50.000.000,00
b. Doktor : Rp100.000.000,00
4. Waktu Pendaftaran
Pendaftaran beasiswa untuk program Indonesia Presidential Scholarship dibuka sekali setiap tahun.

Download Formulir DISINI
DAFTAR ONLINE SEKARANG DISINI
DAN LIHAT PENGUMUMANNYA DISINI

Baca Selengkapnya

BEA SISWA S2 DAN S3 (MAGISTER DAN DOKTOR)

1. Overview
Beasiswa Pendidikan Indonesia Program Magister dan Doktor adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dan dikelola oleh LPDP untuk pembiayaan studi lanjut pada program magister atau program doktor di perguruan tinggi di dalam dan di luar negeri.
Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia Indonesia yang berpendidikan dan berkualitas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan mempunyai visi masa depan bangsa yang kuat sebagai pemimpin Indonesia masa depan. Komitmen LPDP tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan pendanaan dalam bentuk beasiswa kepada masyarakat untuk studi lanjut pada program magister atau program doktor di perguruan tinggi unggulan baik di dalam maupun di luar negeri bagi yang memenuhi kualifikasi LPDP.
Sasaran pelamar Beasiswa Pendidikan Indonesia Program Magister dan Doktor adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai kemampuan akademik yang unggul dan jiwa kepemimpinan yang kuat serta berkeinginan untuk melaksanakan studi lanjut pada program magister atau program doktor pada perguruan tinggi tujuan LPDP baik pada bidang ilmu yang sama maupun berbeda dengan bidang ilmu pada jenjang pendidikan sebelumnya.
Sasaran bidang ilmu Beasiswa Pendidikan Indonesia Program Magister dan Doktor, sesuai perioritasnya, adalah sebagai berikut;
1. Bidang teknik,
2. Bidang sains,
3. Bidang pertanian,
4. Bidang kedokteran/kesehatan
5. Bidang akuntansi/keuangan,
6. Bidang hukum,
7. Bidang agama,
8. Bidang sosial,
9. Bidang ekonomi,
10. Bidang budaya/ bahasa,
11. Bidang lainnya.
2. Persyaratan Pendaftar
Persyaratan bagi pelamar Beasiswa Pendidikan Indonesia untuk program magister atau program doktor dijabarkan dalam persyaratan umum dan persyaratan khusus berikut.
1. Persyaratan Umum
Pelamar beasiswa untuk studi lanjut pada program magister dan program doktor adalah mereka yang memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. Warga Negara Indonesia,
b. Telah menyelesaikan studi program sarjana atau program magister dari:
1) Perguruan tinggi di dalam negeri yang telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), atau
2) Perguruan tinggi kedinasan dalam negeri, atau
3) Perguruan tinggi di luar negeri yang telah terdaftar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
c. Mempunyai jiwa kepemimpinan, integritas, idealisme dan nasionalisme,
d. Aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,
e. Bersedia menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa pelamar:
1) Tidak sedang menerima/akan menerima beasiswa dari sumber lain,
2) Tidak pernah/akan terlibat dalam aktifitas/tindakan yang melanggar hukum,
3) Tidak pernah/akan terlibat dalam aktifitas/tindakan yang melanggar kode etik Akademik,
4) Selalu mengabdi untuk kepentingan bangsa Indonesia,
5) Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,
6) Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP.
f. Telah mendapatkan izin dari atasan bagi yang sedang bekerja,
g. Telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja,
h. Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP,
i. Memilih program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP,
j. menulis esai dengan tema: “Peranku Bagi Indonesia,” dan “Sukses Terbesar Dalam Hidupku.”
2. Persyaratan Khusus
Pelamar beasiswa untuk studi lanjut program magister dan program doktor adalah mereka yang memenuhi ketentuan berikut ini.
a. Untuk pelamar beasiswa program magister:
1) Usia maksimum pelamar pada saat pelaksanaan seleksi adalah 35 (tiga puluh lima) tahun,
2) Telah menyelesaikan studi pada program sarjana/sarjana terapan,
3) Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum 3,00 pada skala 4, atau IPK ekuivalen untuk skala lainnya,
4) Sanggup menyelesaikan studi program magister sesuai masa studi yang berlaku, paling lama 2 (dua) tahun,
5) Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbikan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP:
a) Untuk studi program magister di dalam negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 500/iBT® 61/IELTS™ 6,0/TOEIC® 600.
b) Untuk studi program magister di luar negeri, skor minimal: TOEFL iBT® 79/ IELTS™ 6,5/TOEIC® 750.
c) Butir a) dan b) dikecualikan bagi mereka yang menyelesaikan pendidikan tinggi dari negara: Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru atau Kanada. Duplikat ijasah digunakan sebagai pengganti persyaratan TOEFL, dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijasah diterbitkan.
d) Untuk studi program magister di luar negeri pada perguruan tinggi yang bahasa pengantar akademiknya non Inggris, dapat menyesuaikan dengan persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku (daftar persyaratan minimal kompetensi bahasa asing selain Bahasa Inggris terlampir).
6) Memiliki Surat Tanda Diterima (Letter of Acceptance) di perguruan tinggi tujuan dengan status tanpa persyaratan (unconditional) (jika ada),
7) Memiliki dokumen resmi TPA/GRE/GMAT/LSAT (jika ada),
8) Menulis rencana studi sesuai program studi magister pada perguruan tinggi tujuan.
b. Untuk pelamar beasiswa program doktor
1) Usia maksimum pelamar pada saat penutupan pendaftaran adalah 40 (empat puluh) tahun;
2) Telah menyelesaikan studi pada program magister/magister terapan;
3) Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum 3,25 pada skala 4, atau IPK ekuivalen untuk skala lainnya.
4) Sanggup menyelesaikan studi doktor sesuai masa studi yang berlaku, paling lama 4 (empat) tahun;
5) Memiliki dokumen resmi (ets.org atau ielts.org) yang masih berlaku sebagai bukti penguasaan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP:
a) Untuk studi program doktor di dalam negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 500/iBT® 61/IELTS™ 6,0/TOEIC® 600,
b) Untuk studi program doktor di luar negeri, skor minimal: TOEFL iBT® 79/ IELTS™ 6,5/TOEIC® 750,
c) Butir a) dan b) dikecualikan bagi mereka yang menyelesaikan pendidikan tinggi dari negara: Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru atau Kanada. Duplikat ijasah digunakan sebagai pengganti persyaratan TOEFL, dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijasah diterbitkan,
d) Untuk studi program magister di luar negeri pada perguruan tinggi yang bahasa pengantar akademiknya non Inggris, dapat menyesuaikan dengan persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku (daftar persyaratan minimal kompetensi bahasa asing selain Bahasa Inggris terlampir).
6) Memiliki Surat Tanda Diterima (Letter of Acceptance) di perguruan tinggi tujuan dengan status tanpa persyaratan (uncond(Unconditional) (jika ada),
7) Memiliki dokumen resmi TPA/GRE/GMAT/LSAT (jika ada),
8) Menulis ringkasan proposal penelitian sesuai program studi doktor pada perguruan tinggi tujuan.
3. Komponen Pembiayaan
Untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan studi lanjut pada program magister atau program doktor di perguruan tinggi tujuan, kepada penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia tersebut diberikan bantuan dana pendidikan yang meliputi beberapa komponen berikut.
1. Biaya Pendidikan:
a. Pendaftaran (at cost),
b. SPP, termasuk matrikulasi non bahasa (at cost),
c. Non-SPP, yang dapat digunakan untuk tunjangan buku, tesis/disertasi, seminar, publikasi, wisuda (paket, per tahun, akumulatif),
2. Biaya Pendukung:
a. Transportasi keberangkatan dan kepulangan studi dari asal domisili ke perguruan tinggi tujuan (satu kali, at cost),
b. Asuransi kesehatan (paket)
c. Visa (at cost)
d. Hidup bulanan/living allowance (paket)
e. Tunjangan keluarga (paket)
f. Kedatangan/settlement allowance (paket),
g. Insentif peringkat perguruan tinggi unggulan yang memenuhi ketentuan LPDP,
h. Keadaan darurat/force majeure yang disetujui LPDP.
4. Waktu Pendaftaran
Pendaftaran beasiswa untuk program magister dan program doktor dibuka sepanjang tahun, dengan proses seleksi yang dilakukan sebanyak 4 (empat) kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.

Download Formulir DISINI
DAFTAR ONLINE SEKARANG DISINI
DAN LIHAT PENGUMUMANNYA DISINI

Baca Selengkapnya

DOWNLOAD KURIKULUM 2013 DAN Struktur Kurikulum 2013

Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum --termasuk pembelajaran-- dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.
Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa dipastikan implementasinya pun akan kedodoran.
iklan4-gbr1
iklan4-tabel1
iklan4-tabel2
Pada titik inilah, maka penyampaian struktur kurikulum dalam uji publik ini menjadi penting. Tabel 1 menunjukkan dasar pemikiran perancangan struktur kurikulum SD, minimal ada sebelas item. Sementara dalam rancangan struktur kurikulum SD ada tiga alternatif yang di mesti kita berikan masukan.

Di jenjang SMP usulan rancangan struktur kurikulum diperlihatkan pada tabel 2. Bagaimana dengan jenjang SMA/SMK? Bisa diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditentukan, dan juga perlu diberikan masukan.
Tiga Persiapan untuk Implementasi Kurikulum 2013
ADA pertanyaan yang muncul bernada khawatir, dalam uji publik kurikulum 2013? Persiapan apa yang dilakukan Kemdikbud untuk kurikulum 2013? Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang, kurikulum itu sudah harus diterapkan. Menjawab kekhawatiran itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013. Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”.
Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya.
Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan.
Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah.
Intinya jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang. 

Baca Selengkapnya

BANTUAN UNTUK PAUD 2014 DARI PERUSAHAAN Tanoto Foundation

Jumat, 28 Maret 2014




JAKARTA, PAUDNI. Pemerintah mengapresiasi komitmen Tanoto Foundation dalam membantu pengembangan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Yayasan milik Sukanto Tanoto tersebut turut mendukung pembangunan infrastruktur PAUD dan pelatihan guru.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Pembelajaran dan Peserta Didik, Direktorat Pembinaan PAUD, Direktorat Jenderal PAUDNI Enah Suminah saat menghadiri peluncuran PAUD Kenanga 17 di Rusunawa Waduk Pluit, Muara Baru Jakarta Utara. PAUD tersebut dibangun dari dana Corporate Social Responsibility Tanoto.
“Kami berterima kasih kepada Tanoto Foundation, kami harap perusahan dan foundation lain juga turut tergerak. Sebab, pengembangan PAUD adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah. Saya harap ada Tanoto Tanoto lainnya,” ujar Enah (25/3).
Dewan Pembina Tanoto Foundation, Imelda Tanoto mengatakan, PAUD Kenanga tersebut adalah pilot project yang akan dikembangkan untuk program CSR PAUD di wilayah lain. Tanoto tidak hanya membantu membangun  ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, alat peraga edukatif, taman bermain dan sarana olahraga, namun juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan selama satu tahun.
“Saat ini kami juga sedang membangun PAUD di wilayah rumah susun Rorotan. Saya ingin anak-anak di rumah susun mendapat pendidikan pra sekolah yang layak,” ucapnya.  Acara peresmian PAUD yang memiliki 150 peserta didik dari lingkungan Rusun Muara Baru itu dihadiri Asisten Gubernur DKI Jakarta Bidang Kesejahteraan Masyarakat Bambang Sugiyono, Wakil Walikota Jakarta Utara Tri Kurniadi dan sejumlah pengurus Tanoto Foundation.
Bantu Diklat Dasar Guru PAUD
Selain membangun infrastruktur PAUD, pada waktu yang bersamaan, Tanoto Foundation juga menggelar Diklat Dasar bagi guru-guru PAUD di wilayah Pelalawan, Riau. Diklat tersebut juga akan diselenggarakan di beberapa wilayah lain, terutama yang menjadi konsesi PT Royal Golden Eagle, yang merupakan afiliasi Tanoto Foundation.
“Umur nol sampai enam tahun merupakan tahun emas (golden years) proses tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, anak-anak harus mendapat guru yang baik dan berkualitas. Kami pun yakin bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan kunci untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Imelda.
Royal Golden Eagle merupakan holding beberapa perusahaan yang bergerak di industri sawit, bubur kertas, serat fiber, dan migas. Perusahaan ini beroperasi di Indonesia, Singapura, Brazil dan China.
(Yohan Rubiyantoro/HK)

Baca Selengkapnya

DANA BANTUAN DIRJEN PAUDNI 2014 MENCAPAI Rp 608,1 Miliar.

Bansos PAUD Mencapai Rp 527 Miliar

YOGYAKARTA, PAUDNI. Alokasi dana  bantuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebesar Rp 527 Miliar pada tahun ini. Jumlah ini mencapai 87 persen dari total anggaran yang dikelola Direktorat Pembinaan PAUD sebanyak Rp 608,1 Miliar.
“Sebagian besar dana diperuntukan untuk bansos, untuk masyarakat,” ujar Direktur Jenderal PAUDNI Lydia Freyani Hawadi saat menjadi pembicara kunci pada Diskusi Kebijakan PAUD yang diselenggarakan Sekretariat Kabinet, di Yogyakarta (27/3).
Namun Dirjen mengingatkan bahwa jumlah tersebut belum sebanding dengan sasaran yang harus dilayani. Oleh karena itu, ia minta agar pemerintah daerah turut membantu mengalokasikan dana daerah.
Jumlah anggaran PAUD setiap tahun memang terus menciut. Pada tahun 2011, Kemdikbud mengalokasikan sebanyak Rp 1,7 Triliun. Lantas pada tahun 2012 anjlok menjadi Rp 880 miliar, lalu turun menjadi Rp 652 pada tahun 2013.
Pemetaan Bansos
Meskipun angaraan terus mengecil, namun Dirjen tetap meminta agar pengawasannya diperketat. Ia menegaskan agar bansos PAUD diberikan pada lembaga yang layak berdasarkan juknis dan aturan yang berlaku. Oleh karena itu butuh pemetaan lembaga yang telah menerima dana bansos.
“Jangan diberikan berdasarkan kedekatan dan memo-memo,” ujar Dirjen sembari mengingatkan bahwa tahun ini adalah tahun pemilu, yang mana penyaluran bansos sangat rawan diselewengkan untuk kepentingan politik.
(Yohan Rubiyantoro/HK) kemdikbud

Baca Selengkapnya

UANG TUNJANGAN FUNGSIONAL GURU NON PNS 2014 SUDAH CAIR


JAKARTA - Jadwal pencairan tunjangan profesi pendidik (TPP) untuk guru non PNS akhirnya terealisasi sesuai jadwal. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadwalkan pencairan TPP guru swasta pekan ini. Rekapitulasi sementara, dana TPP sekitar Rp 321,8 miliar sudah dikucurkan.

Khusus untuk guru di SD dan SMP, pembayaran TPP guru swasta triwulan I (Januari-Maret) 2014 Kemendikbud menganggarkan sekitar Rp 596 miliar. Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Ditjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan, TPP untuk guru swasta sudah mulai dicairkan.

"Pencairan sampai saat ini terus berlansung," kata dia kemarin. Pejabat yang akrab disapa Pranata itu mengatakan, tanggungan pencairan TPP untuk triwulan I 2014 sudah disalurkan sekitar 54 persen. Jika dihitung dari total anggaran sebesar Rp 596 miliar, maka anggaran yang sudah disalurkan sekitar Rp 321,8 miliar.

Dia menuturkan pencairan yang sudah berjalan ini untuk guru-guru yang sudah mendapatkan surat keputusan (SK) pencairan TPP. Sementara itu ada tiga kelompok guru yang akan mendapatkan TPP. Yakni guru yang sudah mendapatkan SK, guru yang perlu validasi, dan guru yang tidak layak diberi SK.

Bagi guru yang diputuskan tidak layak diberi SK, otomatis tidak akan mendapatkan pencairan TPP. Guru tidak layak diberi SK diantaranya disebebakan yang bersangkutan pensiun atau meninggal dunia.
Alasan lainnya adalah sudah beralih menjadi pejabat struktural atau jabatan lain non guru. Kemudian guru yang tidak mengajar minimal 24 jam pelajaran/pekan, tidak terdaftar di rombongan belajar, dan mengajar di bawah rasio ideal (1 guru mengajar 20 siswa).

Sementara itu bagi guru yang masuk kategori perlu diverifikasi, Pranata mengatakan berpeluang mendapatkan TPP. Sampai saat ini proses validasi berjalan terus. Dia berharap para guru yang masuk kategori ini menginput data klarifikasi dengan cepat. Sehingga bisa segera mendapatkan pencairan TPP.

Mendikbut Mohammad Nuh mengatakan pencairan TPP untuk guru swasta itu akan disusul pencairan TPP untuk guru negeri. Nuh mengatakan pencairan TPP untuk guru negeri membutuhkan landasan hukum berupa peraturan menteri keuangan (PMK).

"Hari ini sedang dibahas penerbitan PMK itu. Semoga segera selesai," katanya. Dengan adanya PMK itu, dana TPP yang sudah mengendap di pemerintah kabupaten dan kota sejak 2010 bisa dicairkan kembali.

Hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebutkan bahwa uang TPP yang mengendap di kabupaten atau kota sekitar Rp 6 triliun. Sedangkan kekurangan pembayaran TPP sekitar Rp 4 triliun. Dengan kondisi itu, pemerintah tidak perlu menyiapkan dana besar untuk melunasi tunggakan TPP tadi.

Nuh mengatakan pemerintah hanya menganggarkan sekitar Rp 600 miliar untuk menutup kekurangan pembayaran TPP di 122 kabupaten dan kota. "Anggaran untuk nomboki di 122 kabupaten dan kota itu sudah disiapkan," kata dia. (wan)(JPNN)

Baca Selengkapnya

Selasa, 25 Maret 2014

Wajib satu TK negri tiap desa ( UU 6/2014 tentang Desa)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemendikbud) menyambut baik
terbitnya UU 6/2014 tentang Desa. Dengan adanya
UU itu, setiap desa akan mendapatkan suntikan
alokasi dana desa. Kemendikbud berharap dana itu
bisa dipakai untuk pendirian sekaligus operasional
TK (Taman Kanak-Kanak) Negeri di setiap desa.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Non
Formal dan Informal (PAUDNI) Lydia Freyani
Hawadi mengatakan, keberadaan TK negeri saat ini
sangat terbatas. Dia menuturkan saat ini jumlah TK
di seluruh Indonesia mencapai 74 ribuan unit.
Sedangkan jumlah TK negeri mulai di tingkat
provinsi, kabupaten, dan kota hanya 437 unit.
Padahal dengan status kelembagaan negeri, suatu
unit TK akan lebih muda dikontrol kualitas
pemenuhan standar pelayanan minimalnya (SPM).
"Minimal bisa dikontrol kualitas standar sarana
prasarananya dan kurikulumnya," ujar guru besar
Universitas Indonesia (UI) itu.
Dia mengatakan peningkatan jumlah TK negeri
tidak bisa dijalankan secara alamiah. Pejabat yang
akrab disapa Reni itu mengatakan, seluruh desa
yang belum memiliki TK negeri bisa memanfaatkan
uang atau dana alokasi desa yang jumlahnya bisa
mencapai Rp 1 miliar per desa per tahun itu.
Untuk legalitas program penegerian TK itu, Reni
mengatakan akan diterbitkan peraturan dari
Kemendikbud. "Sekarang sedang digodok
aturannya," kata dia.
Skema pendirian TK negeri itu bisa memangun dari
nol atau menegerikan status TK yang sudah ada.
Jika pendirian TK negeri itu menggunakan skema
dari nol, upay aini sekaligus bisa mempercepat
pemenuhan kebutuhan unit layanan PAUD di
Indonesia.
Reni menuturkan saat ini kebutuhan lembaga
layanan PAUD (formal maupun non formal)
mencapai 551 ribu unit. Sedangkan yang baru
terpenuhi hanya 174 ribu lembaga atau satuan
PAUD (TK, kelompok bermain, tempat penitipan
anak, dan sejenisnya). Itu artinya kekurangan
satuan layanan PAUD mencapai 377 ribu unit.
Dia menegaskan pemenuhan kekurangan satuan
layanan PAUD itu tidak bisa mengandalkan
anggaran di Kemendikbud saja. Sebab saat ini
Kemendikbud hanya memeliki anggaran pendirikan
satuan layanan PAUD untuk 2.000 rintisan setiap
tahunnya. Jika hanya mengandalkan anggaran di
Kemendikbud, maka pemenuhan kebutuhan satuan
layanan PAUD baru tercapai 188 tahun lagi.
"Kita di Ditjen PAUDNI berharap desa-desa yang
mendapatkan alokasi dana desa ikut aktif
membangun satuan layanan PAUD," paparnya.
Saat ini baru Jogjakarta saja yang mencapai angka
100 persen dalam program satu desa satu PAUD.
Artinya setiap desa di Jogjakarta sudah memiliki
minimal satu unit layanan PAUD. (wan)

Baca Selengkapnya

Guru PAUD Masih Didominasi Lulusan SMA

Selasa, 25 Maret 2014

MAKASSAR, PAUDNI. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI) Lydia Freyani Hawadi mengatakan, hingga saat ini, tenaga pendidik atau guru di lembaga PAUD masih didominasi lulusan SMA.
Hal tersebut diungkapkan ketika membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program PAUDNI, di Balai Pengembangan (BP PAUDNI) Regional III di Makassar, Jumat (21/3).
Jumlah tenaga pendidik PAUD saat ini, baik formal maupun informal, sebanyak 352.464 orang. Yang berlatarbelakang pendidikan SMA sebanyak 81,7 persen. Sisanya masih berpendidikan SD (0,3 persen), SMP (3,0 persen), D3 (7,3 persen).
Sedangkan yang berpendidikan S1 sebesar 7,3 persen, dan S2 sebanyak 0,4 persen.
Syarat pendidikan untuk tenaga pendidik PAUD formal minimal S1. Sedangkan tenaga pendidik untuk PAUD nonformal minimal SMA.
Dirjen menjelaskan pula bahwa jumlah lembaga PAUD yang ada saat ini masih sangat terbatas dibandingkan dengan kebutuhan.
Jumlah lembaga PAUD yang dibutuhkan sebanyak 551.779 buah, sedangkan yang ada saat ini baru 174.367 buah. “Saat ini masih dibutuhkan lembaga PAUD sebanyak 377.000 buah. Kebutuhan satuan PAUD ini dihitung dengan rasio kemampuan daya tampung 25 anak per satuan PAUD,” kata Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut.
Salah satu cara yang ditempuh untuk mempercepat pencapaian jumlah satuan PAUD adalah meluncurkan Program Satu Desa Satu PAUD. Namun program ini membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah.
(Rusdy Embass/BP PAUDNI Regional III)

Baca Selengkapnya

KEMDIKBUD Kembangkan PAUD di Desa 3T

Selasa, 25 Maret 2014

Kembangkan PAUD di Desa 3T
Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog (Dirjen PAUDNI), saat berbincang dengan Dr. Erman Syamsuddin (Direktur PAUD) dan Drs. M.Nuch Rahardjo, M.Pd (Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat PAUD), akan membuka rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan dan Pelaksanaan Program PAUD Tingkat Nasional 2014, Selasa (18/3). (Fotographer: Gunawan Prasetyo/HK)


SURABAYA, PAUDNI – Pembangunan PAUD di Indonesia masih perlu ditingkatkan akses dan layanannya. Terutama pada daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Oleh karena itu perlu pengembangan program PAUD di daerah 3T atau desa yang jumlah anak usia dininya terbatas.
Kebijakan Program PAUD dalam perluasan Akses layanan PAUD di daerah 3T, diharapkan tidak hanya berasal dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saja tetapi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten dan Kota.
“Untuk meningkatkan penguatan relevansi dan mutu PAUD, sebuah TK memiliki minimal 50% tenaga Pendidik berijazah S1 (Sarjana), sebab hingga saat ini masih banyak guru TK yang belum S1.” ujar Lydia Freyani Hawadi (Dirjen PAUDNI), saat membuka rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan dan Pelaksanaan Program PAUD Tingkat Nasional 2014, Selasa (18/3).
Selain itu, Dirjen Menekankan pentingnya lembaga PAUD memiliki 30% guru yang mempunyai sertifikat Diklat tingkat dasar. “Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sangat penting untuk membangkitkan generasi emas Indonesia dimasa depan yang lebih berakhlak mulia, berkarakter, cerdas, terampil, mandiri, kreatif, dan profesional.” ujar Dirjen PAUDNI.
Kegitan ini turut dihadiri Direktur PAUD, dan para peserta dari 11 Provinsi yang terdiri dari Kapala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota, serta 4 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang terdiri dari Semarang, Surabaya, Mataram dan Banjarbaru.

Baca Selengkapnya

Kemdikbud Hadirkan Sentra PAUD sebagai Rujukan Standar PAUD

Jakarta, Kemdikbud --- Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kemdikbud membuka layanan baru berupa Sentra PAUD. Sentra PAUD ini memiliki beberapa sentra khusus lainnya, seperti sentra bacaan/buku cerita untuk anak-anak, sentra pendidikan untuk orang tua dan pendidik PAUD, sentra alat permainan edukatif (APE), sentra audio, dan sentra bermain peran.
Sentra PAUD Kemdikbud merupakan pusat informasi kegiatan PAUD, serta sebagai bahan rujukan bagi pengembang maupun pengelola lembaga atau program PAUD. Sentra ini mulai aktif dan dibuka pada 24 Maret 2014, oleh Dirjen PAUDNI Kemdikbud, Lydia Freyani Hawadi, dengan mengundang para pendidik dan peserta didik dari PAUD Mekar Asih Kemdikbud.
Lydia mengatakan, Sentra PAUD Kemdikbud ibarat display room yang menampilkan berbagai sarana dan prasarana yang digunakan sebagai sumber pembelajaran dalam PAUD. Dengan adanya Sentra PAUD ini bisa mempermudah stakeholder PAUD yang ingin melihat produk-produk berupa APE maupun buku-buku tentang PAUD yang sesuai standar.
"Selama ini mereka (stakeholder) datang langsung ke tiap sub direktorat. Dengan adanya Sentra PAUD ini mereka cukup sampai di situ. Ini adalah tempat untuk pelayanan masyarakat," ujar Lydia, usai peresmian Sentra PAUD Kemdikbud di Jakarta, (24/3/2014).
Sentra PAUD Kemdikbud terletak di Gedung E Kompleks Kemdikbud, Senayan, Jakarta, dengan waktu pelayanan di jam dan hari kerja. Para pengunjung bisa mendapatkan berbagai informasi tentang bermacam kegiatan PAUD dengan melihat contoh-contoh APE dari berbagai usia, membaca buku, dan menonton video. Sentra PAUD ini diharapkan bisa menambah wawasan dan minat baca bagi para pengelola PAUD. (Desliana Maulipaksi)

Baca Selengkapnya

Ditjen PAUDNI Berikan Tunjangan untuk Guru Bantu PAUD

Selasa, 25 Maret 2014
Ditjen PAUDNI Berikan Tunjangan Guru Bantu
Yogyakarta. PAUDNI – Tim Verifikator merupakan ujung tombak pemberian seluruh bentuk tunjangan untuk guru PAUD dan TK. Tunjangan yang diterima harus tepat waktu dan tanpa kesalahan.

Berdasarkan pengalaman tahun 2013, masih ada tunjangan yang retur,” Kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Ditjen PAUDNI) Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, kamis (13/3), di Yogyakarta. Ia mengatakan hal itu dalam Workshop Rekonsiliasi Data Penerima Tunjangan dan Bantuan Bagi Guru Bantu.

Pastikan data yang diiput adalah data yang benar, kata Lydia, karena kesalahan penulisan nama maka penerima bantuan tidak bisa menerima tunjangan tersebut.

Untuk tahun 2014, Ditjen PAUDNI sudah bekerjasama dengan salah satu bank pemerintah dalam hal penyaluran tunjangan guru tersebut. Dan penerima bantuan dapat langsung mengambil tunjangan tersebut tanpa harus memiliki rekening bank. “Cukup dengan menunjukkan Kartu Identitas (KTP),” ujar Reni Akbar Hawadi sapaan akrab Dirjen PAUDNI.

Kegiatan ini dihadiri oleh petugas verifikator dari dinas pendidikan Kabupaten/ Kota yang ada di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. (Teguh Susanto/ HK)

Baca Selengkapnya

Program BP PAUDNI Jangan Berbenturan Dengan Dinas Pendidikan

Selasa, 25 Maret 2014
 
Program BP PAUDNI Jangan Berbenturan Dengan Dinas Pendidikan
Dirjen didampingi Istri Gubernur Kalsel ibu Hj.Hayatun Fardah Rudi Arifin dan istri Walikota Banjarmasin Hj.Fathul Jannah Muhidin, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Dr.Ngadimun saat mengunjungi Rumah Pintar di Banjarmasin. (foto: Achmad Mauluddin)

BANJARMASIN, PAUDNI.  Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjen PAUDNI) meminta agar program Balai Pengembangan PAUDNI tidak saling berbenturan dengan UPT Dinas Pendidikan. Sehingga anggaran pemerintah lebih efektif dan efisien.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Rencana Kegiatan dan Anggaran BP-PAUDNI Regional IV Tahun 2014. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 14 sampai dengan 16 Maret 2014 di Banjarmasin,Kalimantan Selatan.
Kegiatan tersebut dikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten/Kota, Kepala BPKB,  Kabid PAUDNI Kabupaten/ Kota, Kabid PAUDNI Provinsi dan Pamong Belajar BP-PAUDNI.
Kepala BP-PAUDNI Regional IV Dr. Samto menjelaskan bahwa kegiatan yang ia selenggarakan bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program PAUDNI yang telah dilaksanakan oleh UPTD Provinsi dan Kabupaten/Kota, baik yang berasal dari bantuan BP-PAUDNI Regional IV maupun dari sumber yang lain selama tahun 2013. “Selain itu sebagai momentum untuk mensosialisasikan program BP-PAUDNI Regional IV Tahun 2014,” ujarnya (14/3).
Dirjen PAUDNI menegaskan agar kegiatan tersebut di ikuti oleh seluruh unsur.  Yaitu  dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota, serta UPTD  yang terkait. “Kegiatan ini harus mampu mengharmonisasikan penyelenggaraan program PAUDNI yang dilaksanakan oleh UPTD PAUDNI Provinsi dan Kabupaten/ Kota,” pesannya kepada seluruh peserta.
Selain itu, terkait pengembangan program PAUD, Dirjen juga meminta agar BP PAUDNI melibatkan dinas sosial, dinas kesehatan, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, Bappeda dan dinas pendidikan dari provinsi lain. “Untuk menyukseskan program PAUD Holistik Integratif butuh peran serta dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Dirjen juga menyempatkan diri berkunjung ke Rumah Pintar di Taman Kota Banjarmasin. Dirjen didampingi Istri Gubernur Kalsel ibu Hj.Hayatun Fardah Rudi Arifin dan istri Walikota Banjarmasin Hj.Fathul Jannah Muhidin, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan Dr.Ngadimun.

(Achmad Mauluddin/ Editor: Yohan Rubiyantoro)

Baca Selengkapnya

Indonesia Kini Miliki 174.367 Lembaga PAUD


Jakarta, Kemdikbud --- Peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tercermin dari jumlah lembaga PAUD yang terus bertambah setiap tahun. Hingga bulan Desember 2013, jumlah lembaga PAUD mencapai 174.367 lembaga se-Indonesia.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kemdikbud, Lydia Freyani Hawadi mengatakan, dari jumlah tersebut, Taman Kanak-kanak (TK) menempati posisi teratas, sebanyak 74.487 TK, lalu diikuti Kelompok Bermain (KB) sebanyak 70.477. Sedangkan Satuan PAUD sejenis mencapai 26.269 lembaga.

“Hingga akhir tahun 2014 tercatat ada 3.134 Taman Penitipan Anak,” katanya saat berbincang-bincang dengan wartawan di Jakarta, (24/3/2014).

Ia menambahkan, Ditjen PAUDNI Kemdikbud akan memprioritaskan program PAUD. Sebab di tahun 2045, atau pada 100 tahun usia kemerdekaan, Indonesia akan mengalami bonus demografi. Pada periode tersebut, Indonesia akan memiliki banyak generasi muda yang penuh potensi. Calon-calon pemimpin di tahun 2045 adalah anak-anak PAUD saat ini.

Berdasarkan survei nasional Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010, anak usia 0-9 tahun telah mencapai 45,93 juta jiwa. Pada tahun 2045, anak-anak tersebut akan berusia 35-44 tahun. Oleh karena itu program PAUDISASI sangat penting untuk menyiapkan anak-anak menjadi calon pemimpin di masa mendatang.

“Oleh karena itu, PAUD adalah investasi yang harus kita pupuk sejak saat ini,” ucap Lydia. Usia dini, tuturnya, merupakan masa keemasan (the golden age) seorang anak. Fase tersebut juga menjadi periode yang sangat penting dalam perkembangan fisik dan mental seorang manusia. Tumbuh kembang anak pada usia dini sangat menentukan kualitas kecerdasan, kesehatan, dan kematangan emosional di masa mendatang. (Desliana Maulipaksi)

Baca Selengkapnya

cara mengatasi template yang tidak bisa di edit


Bagaimana cara mengatasi template yang tidak bisa di edit?? Simak penjelasan berikut:

dari pagi sampai sore saya masih kepikiran gimana cara ngatasi nich masalah di blogger saya, perasaan kemarin baik baik aja, tapi kenapa sekarang templatenya gak bisa di buka, saya nemu caranya disini

Blogger telah mengembangkan tampilan baru untuk edit template, tentunya anda masih ingat ketika kolom pengikut dihilangkan dari gadget blogger? Nah, itulah inti permasalahannya. yang harus anda lakukan jika muncul kode "bX-4a5m01" adalah :
  1. Masuk ke menu Layout (tata letak)
  2. Lihat apakah blog anda mencantumkan kolom pengikut. jika ya "HAPUS KOLOM PENGIKUT TERSEBUT dari Blog Anda"
  3. Simpan layout anda dan coba masuk ke menu edit html
 Saya sukses mengedit template dengan menghilangkan Tombol KOLOM PENGIKUT, jadi kolom itulah yang jadi masalahnya...

Demikain artikel yang singkat ini, semoga bisa bermanfaat bagi agan-agan semua, silahkan tinggalkan komentar jika artikel ini bermanfaat.

Baca Selengkapnya

Senin, 24 Maret 2014

Membuat tombol share tepat dibawah judul postingan

Membuat Tombol Share Di Bawah Judul Postingan Blog - Salam sukses bagikita semua, Kali ini saya akan share tips blogging untuk saudaraku semua. Kali ini tombol sharenya lebih pro bagi saya dan letaknya tidak dibawah postingan melainkan dibawah judul postingan. Tombol share merupakan bagian yang sangat penting bagi saya, karena tanpa tombol share mungkin orang akan merasa susah untuk membagikan artikel secara manual... nah kita dapat menggunakan cara instant dengan memasang tombol ini. saudaraku penasaran ?????
seperti inilah kira-kira nanti jadinya : 

DSC06272
    

Mari Kita Menuju TKP, seperti biasa ya .....

  1. Login ke akun Blogger anda lalu masuk ke Rancangan » Edit HTML » Centang Expand Gadget atau cari kode: ]]></b:skin> kemudian copykan kode berikut tepat di atas kode tadi
    .widgetshare {font:bold 12px/20px Tahoma !important; background: #333;border: 1px solid #444; padding: 5px 4px; color: #fff !important; margin-top: 10px;}
    .widgetshare a{font:bold 12px/20px Tahoma !important; text-decoration: none !important; padding: 5px 4px; color: #fff !important; border: 1px solid #222; transition: all 1s ease;}
    .widgetshare a:hover {box-shadow: 0 0 5px #00ff00; border: 1px solid #e9fbe9;}
    .fcbok { background: #3B5999; }
    .twitt { background: #01BBF6; }
    .gplus { background: #D54135; }
    .digg { background: #5b88af; }
    .lkdin { background: #005a87; }
    .tchno { background: #008000; }
    .ltsme { background: #fb8938; }
  2. langkah selanjutnya Cari code <div class='post-body entry-content'> dengan menekan CTRL+F
  3. Pastekan kode dibawah ini tepat di atas code tadi


<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<div style='border-top:1px solid #ccc;border-bottom:1px solid #ccc; padding:8px 0px;margin:4px 0px 30px 0px;width:100%;float:left;height:20px;'>
<div style='float:left;padding-left:0px;font:normal 12px Georgia;font-style:Italic;'/>
<div style='float:left;padding-left:10px;'>
<a name='fb_share' type='button_count'/>
<script src='http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share' type='text/javascript'/></div>
<div style='float:left;padding-left:10px;'>
<a class='google-buzz-button' data-button-style='small-count' href='http://www.google.com/buzz/post' title='Post to Google Buzz'/><script src='http://www.google.com/buzz/api/button.js' type='text/javascript'/></div>
<div style='float:left;padding-left:10px;'>
<a class='DiggThisButton DiggCompact'/>
<script type='text/javascript'>
(function() {
var s = document.createElement(&#39;SCRIPT&#39;), s1 = document.getElementsByTagName(&#39;SCRIPT&#39;)[0];
s.type = &#39;text/javascript&#39;;
s.async = true;
s.src = &#39;http://widgets.digg.com/buttons.js&#39;;
s1.parentNode.insertBefore(s, s1);
})();
</script>
</div>
<div style='float:left;padding-left:10px;'>
<a class='twitter-share-button' data-count='horizontal' data-via='USER TWITTER KAMU' href='http://twitter.com/share'>Tweet</a><script src='http://platform.twitter.com/widgets.js' type='text/javascript'/><script src='http://apis.google.com/js/plusone.js' type='text/javascript'/><g:plusone size='medium'/>
</div><div style='float:left'><a href='http://paudalqudsiah.blogspot.com/2014/03/membuat-tombol-share-tepat-dibawah.html' target='_blank' title='Share'>Get This Widget</a></div></div></b:if>
     * Edit tulisan "USER TWITTER KAMU" menjadi ID Twitter kamu, jika tidak tau apa itu ID Twitter ini        contohnya 'https://twitter.com/sd134purwasari' nah huruf yang berwarna Merah itu adalah ID kamu..
     * Jika sudah melakukan semua step diatas saatnya SAVE
 Thx :)

catatan:
Demikian tutorial untuk Membuat Tombol Share di Bawah Posting Blog. Perlu diperhatikan dalam langkah pemasangannya, biasanya didalam template blog terdapat beberapa kode <data:post.body/> dan <div class='post-footer'> maka dari itu silahkan sesuaikan dengan template blog yang anda gunakan. 

Baca Selengkapnya

Jumat, 21 Maret 2014

AdSenseCom Indonesia, cara Memasang Iklan AdSenseCom 2014


Dari pada Blog dibiarkan nganggur, mending Ikutan memasang iklan akan menambah penghasilan, karena dijanjikan akan diberi imbalan sesuai peraturan perusahaan yang di-iklan-kan.
Cara Saya memasang iklan AdSense Indonesia
1.     Klik gambar banner AdSense foe Everyone di bawah untuk menuju ke perusahaan tsb
2.     Klik Daftar.
3.     Ikuti perintah selanjutnya, diminta untuk menuliskan: Username, Password, Konfirmasi password , Data Diri , Email , Website, Nama lengkap , Tanggal lahir , Jenis kelamin, Alamat, Propinsi, Kabupaten, Kodepos, Pekerjaan, Telepon, No. HP, Tahu AdsenseCamp dari
4.     Setelah sukses daftar, lalu Login, Pilih Publiser, klik Pasang Script Iklan, di situ banyak pilihan banner yang sesuali
5.     Copy paste kode HTML banner, di pasang di mana suka, di Fb, Twitter atau Blog.
6.     Selesai

CATATAN
Tiap Blog Memiliki Script  Banner sendiri, dipasang hanya pada blog yang terdaftar.
Kalo pingin pasang iklan ini daftar dulu............ 
senyum aaaahhh 

Sumber: http://harunarcom.blogspot.com/

Baca Selengkapnya

Sering Mandek di DPR, Pencairan Dana Guru Kemenag Lambat Kemenag Belum Bayar Gaji Guru Rp 4,7 Triliun


JAKARTA - Kementerian Agama masih punya utang Rp 4,7 triliun dalam pembayaran gaji guru yang berada dibawah instansinya. Jumlah ini meningkat Rp 1,6 triliun setelah diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Kami mengajukan Rp 3,1 triliun. Namun setelah diaudit BPKP menjadi Rp 4,7 triliun," ungkap Kepala Humas Kemenag, Zubaidi saat ditemui di Jakarta, kemarin.
Lamanya pembayaran ini diduga karena kelalaian pihak Kemenag dalam mengurus administrasi mereka. Tapi hal itu langsung dibantah oleh Zubaidi. Ia mengatakan, kondisi ini bukan hanya dialami oleh Kemenag tapi juga instalasi lain karena memang pencairan uang harus melalui proses yang sama.
Saat ini, pencarian dana Rp 4,7 triliun itu masih belum bisa dipastikan kapan dilakukan. Zubaidi hanya bisa berjanji, pembayaran akan tuntas diberikan tahun 2014 ini.
"Sudah kita ajukan. Tapi APBNP kan baru keluar Juni-Juli. Tapi target kami tahun ini akan dibayar semua," katanya.
Lambatnya pencairan dana ini juga ditengarai karena tidak ditemukannya titik temu antara Kemenag dan mitranya di DPR. Sebab meski Kemenag menjadi pengambil keputusan akbir, DPR juga harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
Hal ini juga yang membuat pencarian gaji guru oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkadang lebih cepat. "Mitra di DPR (komisi VIII) juga kadang berpengaruh," ujarnya.
Zubaidi menjelaskan, meski tak selalu memperlambat, namun seringkali alotnya kesepakatan di DPR sangat mempengaruhi pembayaran ini. Adapun kokndisi lain yang juga membuat lambatnya pembayaran gaji guru yaitu, keuangan yang masih dibintangi karena diduga bermaslah sebelumnya, tanda tangan berkas-berkas yang belum lengkap dan adanya aplikasi-aplikasi baru yang diterapkan.
Tak ingin terlihat lebih lambat dibanding Kemendikbud, Zubaidi meminta agar dipastikan apakah pembayaran dari Kemendikbud benar-benar telah sampai pada tiap guru atau baru hanya akan dikeluarkan kepada pemerintah daerah.
"Dicairkan atau ditransfer. Coba dipastikan. Karena kita kondisinya sama," tandasnya. (mia)

Baca Selengkapnya

TPP Guru Non-PNS Cair April 2014



BEKASI TIMUR - Pencairan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) untuk para guru-guru swasta non-PNS rencananya akan dicairkan awal April mendatang, berdasarkan keputusan Kemendikbud.

Ini diungkapkan Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Agus Enap. Kata dia, guru yang akan mendapat TPP yang sudah mengikuti sertifikasi berjumlah 3.464 orang.

’’Mereka yang sudah memiliki sertifikasi yang berhak mendapatkan TPP,” tutur Enap. Jumlah TPP masing-masing guru, kata Enap bervariasi, tergantung penilaian Kemendikbud.

Enap menjelaskan, pembayaran tunjangan profesi berbeda dengan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), meskipun keduanya dibayar setiap tiga bulan sekali.

Untuk dana BOS dibayar di awal bulan, setiap triwulan, sementara TPP dibayar bulan ketiga tiap triwulan.’’Alasannya, guru diminta untuk bekerja dulu, baru mendapatkan tunjangan profesi itu. TPP itu adalah apresiasi dari pemerintah, kalau pun dibayar pada bulan April, nanti jatuhnya rapel,” tandasnya. (gir)

Baca Selengkapnya

ARTIKEL POPULER HARI INI

TUTORIAL MICROSOFT OFFICE

 

Please Bantu Saya, Like This !!!

×

Powered By Blogger Widget and Get This Widget

INFO TERKINI CPNS

INFO SEPUTAR DAPODIK

- mohon like dulu sebelum membaca-



[X]close
Thanks

INFO SEPUTAR PAUD